AVA Studio ID

lisensi

Iklan

AVA Studio
21 September 2022, 17:46 WITA (GMT+8)
Last Updated 2022-09-21T09:46:33Z

CP Bahasa Indonesia Fase F (Kelas 11 dan 12) SMA/MA - Kurikulum Merdeka

Advertisement
CP Bahasa Indonesia Fase F (Kelas 11 dan 12) SMA/MA - Kurikulum Merdeka


Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka Bahasa Indonesia Kelas 11 dan 12 (Fase Pembelajaran F) Jenjang SMA/MA Revisi 2022 – Dalam kegiatan pembelajaran, pasti terdapat capaian pembelajaran yang harus dipenuhi oleh siswa, guru maupun sekolah. Capaian Pembelajaran siswa merupakan kompetensi minimum yang harus dilewati oleh siswa dalam setiap mata pelajaran. Pakaian pembelajaran ini disusun mengacu pada Standar Kompetensi Kelulusan atau SKL serta Standar Isi seperti Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI-KD) dalam kurikulum 2013.

Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka merupakan pembaruan dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang dirancang untuk menguatkan pembelajaran fokus terhadap pengembangan kompetensi. Dalam K13 dan kurikulum nasional yang terdahulu lainnya ditujukan untuk kompetensi, sehingga kurikulum ini pun meneruskan upaya tersebut

Capaian Pembelajaran setiap peserta didik tentu berbeda sesuai dengan jenjang atau tingkatannya, mulai dari PAUD, Pendidikan Dasar, menengah pertama, dan menengah atas.

Kerangka Kurikulum Merdeka

Sebelum mengetahui capaian pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka , alangkah baiknya jika Anda mengetahui apa saja kerangka Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia.

Kurikulum ini pertama akan diterapkan di sekolah penggerak, dan pemerintah sudah menyiapkan beberapa hal seperti:
  • Profil pelajar Pancasila. Ini merupakan pencapaian kompetensi dan karakter yang ada pada 6 dimensi dengan tujuan untuk menuntun arah yang memandu kebijakan serta pembaruan dalam sistem pendidikan Indonesia, termasuk pembelajaran serta asesmen.
  • Struktur kurikulum. Ini merupakan jabaran mata pelajaran serta alokasi jam pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh sekolah
  • Capaian Pembelajaran atau CP. Kompetensi atau karakter siswa yang harus dimiliki atau dicapai setelah menyelesaikan pembelajaran berdasarkan kurun waktu tertentu.
  • Prinsip pembelajaran serta asesmen. Merupakan nilai yang mendasari desain pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka 
Selain ada kerangka Kurikulum Merdeka , ada pula komponen yang membentuk kurikulum ini yang harus dipahami agar kegiatan pembelajaran berjalan optimal.

Mengenal Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka
Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka merupakan keterampilan belajar yang dimiliki oleh siswa dan harus diselesaikan setiap tahap. Kurikulum Merdeka sendiri merupakan kurikulum yang dicanangkan oleh Kemendikbud Nadiem Makarim untuk mengatur kegiatan pembelajaran di sekolah yang bersifat student centered learning atau berpusat pada siswa.

Kurikulum Merdeka mengatur pembelajaran sesuai minat dan bakat anak dinilai lebih fleksibel dan berkonsentrasi untuk mengembangkan kemampuan atau kompetensi siswa.

Pembelajaran Konstruktivisme
Untuk bisa mencapai Capaian Pembelajaran dalam kurikulum Merdeka, maka kegiatan pembelajaran dilakukan secara konstruktivisme. Teori pembelajaran konstruktivisme merupakan kegiatan pembelajaran yang mengutamakan perkembangan logika serta konseptual pembelajar. Melalui teori belajar ini maka anak bisa membuat atau mencipta suatu karya dan membangun suatu hal yang sudah dipelajari.

Kurikulum Merdeka juga menginginkan anak-anak Indonesia untuk tetap aktif, kecerdasan meningkat, kreatif dan mampu membuat suatu karya.

Teori belajar konstruktivisme memiliki beberapa tujuan seperti untuk membantu siswa memahami materi pembelajaran lebih mendalam, mengasah kemampuan siswa dalam bertanya dan mencari solusi, siswa dapat memahami konsep secara komprehensif serta menjadi pemikir aktif.

Dalam teori belajar konstruktivisme, pengetahuan bukan kumpulan atau seperangkat fakta, konsep, kaidah untuk diingat. Konstruktivisme merupakan proses dalam memahami atau mengkonstruksi pengetahuan melalui pengalaman nyata.

Dalam Kurikulum Merdeka, pemahaman siswa tidak bersifat statis melainkan dinamis atau berevolusi secara konstan selama siswa tersebut dapat mengkonstruksikan pengalaman baru yang memodifikasi pemahaman sebelumnya. Untuk memiliki pemahaman ini, sekolah dan guru harus bisa menciptakan suasana belajar yang berpusat pada siswa dan bukan hanya memberikan siswa informasi yang kurang bermakna atau sekedar dihafalkan saja.

Melalui pembelajaran konstruktivisme, Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka yang mengutamakan kompetensi bisa dicapai tanpa mengikat konteks serta konten pembelajaran.

Dengan demikian, diharapkan sekolah dan para pendidik bisa mengembangkan pembelajaran konstruktivisme, yang terpusat pada siswa, sesuai dengan konteks sekolah, perkembangan, minat dan bakat siswa.

Isi dari Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka yaitu kumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun komprehensif berbentuk narasi. Pemetaan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka sesuai perkembangan siswa dalam fase usia

Strategi untuk mencapai capaian pembelajaran yaitu dengan mengurangi cakupan materi dan mengubah tata cara penyusunan yang lebih fleksibel, sehingga siswa tidak merasa tertekan untuk mencapai pembelajaran tersebut.

Pengurangan Konten
Salah satu karakteristik dari Kurikulum Merdeka yaitu fokus terhadap materi esensial seperti literasi dan numerasi. Hal ini menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka lebih mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas.

Ini juga berhubungan dengan Capaian Pembelajaran siswa, di mana konsekuensi pembelajaran Kurikulum Merdeka berorientasi pada kompetensi sehingga perlu adanya pengurangan materi pelajaran atau pokok bahasa.

Dengan adanya pengurangan konten, maka guru tidak mengajar dengan terburu-buru untuk mencapai target yang begitu banyak serta dapat menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Jika Guru menyampaikan pembelajaran secara terburu-buru maka siswa tidak punya waktu yang cukup untuk memahami konsep dengan mendalam. Padahal, hal tersebut penting untuk menguatkan fondasi kompetensi siswa.

Dengan kata lain, materi pembelajaran yang begitu padat mampu membuat siswa kehilangan kesempatan untuk lebih mengeksplor pengetahuannya dan mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih baik.

Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 11 dan 12 (Fase Pembelajaran F) Kurikulum Merdeka Revisi 2022 untuk jenjang SMA/MA 
Capaian Pembelajaran ini yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 008/H/KR/2022.

Capaian Pembelajaran dalam kurikulum merdeka merupakan penjabaran dari elemen-elemen utama yang menjadi tujuan dari akhir pembelajaran dengan menerapkan kurikulum merdeka.

Capaian Pembelajaran merupakan kemampuan siswa yang diperoleh melalui penggabungan/integrasi pengetahuan, sikap, keterampilan, kompetensi, dan akumulasi pengalaman kerja setelah pembelajaran merdeka.

Istilah Capaian Pembelajaran merupakan istilah baru yang dipakai dalam Kurikulum Merdeka, pada K13 Capaian Pembelajaran merupakan istilah untuk Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD).

Tetapi Capaian Pembelajaran dan kompetensi keduanya memeliki pengertian yang berbeda dari segi ruang lingkup pendekatan diantara keduanya.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Capaian Pembelajaran menjadi kompetensi yang harus dicapai oleh murid di akhir pembelajarannya.

Fungsi Capaian Pembelajaran adalah untuk menentukan kerangka kualifikasi, menetapkan standar kualifikasi, menjelaskan program dan kursus, mengarahkan kurikulum, dan menentukan spesifikasi penilaian/asesmen.

Capaian Pembelajaran dirumuskan tiap fase, hal tersebut karena untuk membedakan kelas satu dengan kelas lainnya, karena siswa di satu kelas yang sama bisa jadi belajar dalam fase pembelajaran yang berbeda.

Betikut ini Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 11 dan 12 (Fase F) Kurikulum Merdeka Jenjang SMA/MA  Revisi 2022

No Elemen Capaian Pembelajaran
1 MENYIMAK Peserta didik mampu mengevaluasi berbagai gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari menyimak berbagai jenis teks (nonfiksi dan fiksi) dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara; mengkreasi dan mengapresiasi gagasan dan pendapat untuk menanggapi teks yang disimak.
2 MEMBACA DAN MEMIRSA Peserta didik mampu mengevaluasi gagasan dan pandangan berdasarkan kaidah logika berpikir dari membaca berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) di media cetak dan elektronik. Peserta didik mampu mengapresiasi teks fiksi dan nonfiksi.
3 BERBICARA DAN MEMPRESENTASIKAN Peserta didik mampu menyajikan gagasan, pikiran, dan kreativitas dalam berbahasa dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara secara logis, sistematis, kritis, dan kreatif; mampu menyajikan karya sastra secara kreatif dan menarik. Peserta didik mampu mengkreasi teks sesuai dengan norma kesopanan dan budaya Indonesia. Peserta didik mampu menyajikan dan mempertahankan hasil penelitian, serta menyimpulkan masukan dari mitra diskusi.
4 MENULIS Peserta didik mampu menulis gagasan,pikiran, pandangan, pengetahuan metakognisi untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif. Peserta didik mampu menulis berbagai jenis karya sastra. Peserta didik mampu menulis teks refleksi diri. Peserta didik mampu menulis hasil penelitian, teks fungsional dunia kerja, dan pengembangan studi lanjut. Peserta didik mampu memodifikasi/mendekonstruksikan karya sastra untuk tujuan ekonomi kreatif. Peserta didik mampu menerbitkan tulisan hasil karyanya di media cetak maupun digital.
Demikian, semoga bermanfaat. Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 11 dan 12 (Fase Pembelajaran F) Jenjang SMA/MA  Kurikulum Merdeka Revisi 2022, Jika Bapak/Ibu ingin mendapatkan pemberitahuan langsung mengenai artikel terbaru di facebook dari website kami, silakan dapat klik IKUTI pada halaman kami AVA Studio ID

No comments:

Post a Comment

Selamat Datang

X
X